Apakah Orang Kafir itu Najis?

Di dalam surah Taubah ayat 28 disebutkan,

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ

 

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya orang-orang Musyrik itu najis.”

 

Dari ayat ini kemudian disimpulkan bahwa tubuh orang-orang kafir itu adalah najis.

 

Dan jika bersalaman dengan mereka dianjurkan untuk berwudlu kembali.

 

Pendapat di atas adalah pendapat yang dipegang oleh golongan Dhahiriyah. (Ibnu Katsir dalam Tafsir Al-Qur’an Al-Adhim 4/131)

 

 

Dan berbeda dengan pendapat tersebut adalah pendapat yang dipegang oleh jumhur ‘ulama,

 

yaitu yang menjelaskan bahwa kenajisan yang dimaksud dalam surah Taubah: 28 di atas adalah kenajisan secara maknawi.

 

Sebagaimana Allah dalam surah Al-Maaidah ayat 90 menyatakan,

 

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamr, judi, (berqurban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah rijsun (najis),  termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.”

 

Allah menyebut perbuatan-perbuatan di atas dengan sebutan najis. Maksudnya adalah najis secara maknanya, bukan secara dzatnya.

 

Begitu pula dengan kenajisan orang-orang kafir. Bukan najis tubuhnya, melainkan keyakinan dan aqidahnya.

 

Wallahu a’lam.

 

 

WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami
👋 Assalamu 'alaikum, Ada yang bisa Kami bantu?