Hukum Mandi Jum’at

Shalat Jum’at adalah salah satu shalat yang diwajibkan bagi seorang Muslim yang sudah baligh.

 

Maka menjadi sangat penting untuk memperhatikan hal-hal yang berkaitan dengan shalat Jum’at ini.

 

Diantaranya adalah mandi Jum’at,

 

yaitu mandi yang dilakukan sebelum melakukan shalat Jum’at.

 

 

Dalam kajian ilmu fiqih, ada dua pendapat tentang hukum melakukan mandi Jum’at.

 

Pendapat pertama menyatakan bahwa hukum mandi Jum’at adalah WAJIB.

 

Pendapat ini berdasarkan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

 

إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ إِلَى الْجُمُعَةِ فَلْيَغْتَسِلْ

 

“Apabila salah seorang kalian berangkat shalat Jumat hendaklah dia mandi.” (Muslim : 845)

 

Pendapat ini diperkuat dengan riwayat yang menyebutkan bahwa Ustman bin Affan datang terlambat untuk mengikuti shalat Jum’at,

 

dan hanya sempat berwudlu saja.

 

Lalu Umar bin Khattab yang menjadi khatib saat itu mengingatkan Utsman akan hadits tersebut di atas.

 

Pendapat pertama ini juga dipilih oleh Abu Hurairah, Amar bin Yasir, Abu Sa’id al-Khudri, Al-Hasan, Malik, Imam Ahmad dan Ibnu Hazm.

 

Sedangkan pendapat yang kedua menyatakan bahwa mandi Jum’at hukumnya adalah SUNNAH MUAKKADAH.

 

Para sahabat yang memilih pendapat ini diantaranya adalah Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas. (Shahih Fiqih Sunnah, Abu Malik Kamal bin As-Sayyid Salim, 1/168-169)

 

Dasar dari pendapat ini adalah sabda Rasulullah yang berbunyi,

 

مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ ثُمَّ أَتَى الْجُمُعَةَ فَاسْتَمَعَ وَأَنْصَتَ غُفِرَ لَهُ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجُمُعَةِ وَزِيَادَةُ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَا

 

“Barangsiapa berwudlu, lalu menyempurnakan wudlunya, kemudian mendatangi shalat Jumat dan dilanjutkan mendengarkan dan memperhatikan khutbah, maka dia akan diberikan ampunan atas dosa-dosa yang dilakukan pada hari itu sampai dengan hari Jumat berikutnya dan ditambah tiga hari sesudahnya. Barangsiapa bermain-main kerikil, maka sia-sialah Jumatnya.” (Muslim : 857)

 

Tidak disebutkan tentang mandi Jum’at dalam hadits tersebut.

 

Namun sebagai catatan, bahwa mandi Jum’at bukanlah termasuk syarat sahnya sholat Jum’at.

 

Sehingga seseorang yang melakukan sholat Jum’at tanpa mandi terlebih dahulu,

 

shalatnya tetap sah.

 

Wallahu a’lam.

WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami
👋 Assalamu 'alaikum, Ada yang bisa Kami bantu?