Kotoran Binatang, Najis atau Suci?

 

 

Jika kita memperhatikan di dalam kitab-kitab fiqih,

 

para ‘ulama senantiasa menempatkan pembahasan tentang thaharah (bersuci) sebagai bab paling awal yang dijelaskan di dalam kitab tersebut.

 

Alasannya sederhana, karena kesucian adalah hal yang paling menentukan apakah ibadah seseorang itu dianggap sah (sesuai syariat) atau tidak?

 

Maka sangat penting untuk membahas masalah najis dalam hal ini.

 

Kita tahu bahwa semua kotoran manusia adalah najis, sesuai dengan hadits yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

 

Tapi bagaimana dengan kotoran binatang?

 

Apakah semuanya najis? Atau semuanya suci?

 

Asy-Sya’bi dan Dawud Adh-Dhahiri di dalam kitab Al-Jami’ li Ahkamish Shalah hal. 93 berpendapat bahwa semua kotoran binatang adalah suci.

 

Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa hadits-hadits yang membahas tentang najisnya kencing dan kotoran adalah mengacu pada kencing dan kotoran manusia,

 

bukan binatang.

 

Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas, Rasulullah pernah lewat di dekat dua kuburan lalu beliau bersabda,

 

“Sesungguhnya keduanya sedang disiksa, dan keduanya disiksa bukan karena dosa besar.

Yang satu disiksa karena tidak bersuci setelah kencing, dan yang satunya karena suka mengadu domba.” (Bukhari 215, 6055 dan Muslim 2028)

 

Akan tetapi, sebagian ‘ulama lain berpendapat bahwa kotoran binatang adalah najis.

 

Pendapat ini didasarkan pada hadits Abdullah Ibnu Mas’ud.

 

“Bahwasannya Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam hendak buang air besar. Lalu beliau berkata, ‘Bawakan kepadaku tiga buah batu’. Dan saya (Abdullah Ibnu Mas’ud) hanya menemukan dua buah batu dan kotoran keledai yang sudah kering.

Kemudian Nabi menerima dua batu itu dan melemparkan kotoran kering tersebut, seraya bersabda ‘Itu adalah rijsun (najis)’.” (Shahih Ibnu Khuzaimah I/70)

Lalu bagaimana sikap kita terhadap dua pendapat yang bertentangan ini?

 

Sebagai seorang muslim tentunya kita wajib menjaga kebersihan badan dan lingkungan kita.

 

Terlepas dari kotoran tersebut najis atau tidak, berhati-hati tentu lebih selamat.

 

Wallahu a’lam.

WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami
👋 Assalamu 'alaikum, Ada yang bisa Kami bantu?