Memberi Tambahan Saat Pelunasan Kredit

Secara syar’i, Islam tidak melarang transaksi secara kredit.

 

Namun yang harus menjadi catatan adalah harga atau ketentuan yang telah disepakati wajib untuk ditepati,

 

tidak boleh dilebihkan karena suatu sebab,

 

misalnya keterlambatan dalam pembayaran sehingga dikenakan denda.

 

Jika ada kelebihan seperti hal tersebut, maka inilah yang disebut dengan riba.

 

 

Misalnya ada seseorang yang membeli suatu barang secara kredit,

 

lalu pada saat pelunasan orang tersebut membayar lebih dari yang seharusnya,

 

apakah hal ini termasuk riba yang diharamkan oleh Allah?

 

Sebuah kaidah fiqih berbunyi,

 

الْمَعْرُوْفُ عُرْفًا كَالْمَشْرُوطِ شَرْطًا

 

“Sesuatu yang dihadirkan karena faktor kebiasaan, sama dengan sesuatu yang dipersyaratkan.”

 

Apa maksudnya?

 

Dalam kasus di atas, jika orang tersebut membayar lebih dari yang seharusnya,

 

tanpa kesepakatan sebelumnya,

 

maka hal ini diperbolehkan.

 

Namun hal tersebut –tentu saja- hanya bisa dilakukan sekali saja.

 

Jika dilakukan terus menerus maka hal ini bisa dikategorikan sebagai kebiasaan.

 

Dan kebiasaan dihukumi sama seperti kesepakatan yang telah dipersyaratkan.

 

Inilah nantinya yang akan menjadi riba.

 

Wallahu a’lam.

 

 

WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami
👋 Assalamu 'alaikum, Ada yang bisa Kami bantu?