Memejamkan Mata Saat Shalat, Salah?

 

Shalat adalah ibadah yang paling penting bagi seorang muslim. Bahkan dalam sebuah hadits, shalat inilah yang akan menentukan amalan kita yang lainnya bagus atau tidak di hari penghisaban kelak.

 

Maka sudah sepatutnya agar setiap muslim memperbaiki shalatnya dan berusaha untuk khusyu’ di dalam shalatnya.

 

Salah satu yang sering terjadi di kalangan masyarakat adalah shalat dengan memejamkan mata,

 

dengan tujuan untuk menciptakan kekhusyu’an.

 

Lalu apakah hal yang seperti ini dibenarkan?

 

Al-Kasani al-Hanafi (w. 587 H) berkata,

 

“Dimakruhkan memejamkan mata ketika shalat. Karena terdapat riwayat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau melarang memejamkan mata di dalam shalat.

 

Adapun yang disunnahkan hendaknya pandangan mata diarahkan ke tempat sujud, sedangkan memejamkan mata berarti meninggalkan amalan sunnah ini.” (Badai’ Shanai’  fi Tartibi asy-Syarai’, Abu Bakar bin Mas’ud bin Ahmad al-Kasani, 1/ 216)

 

Ibnul Qoyim (691-751 H) mengatakan,

 

“Bukan termasuk sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, memejamkan kedua mata ketika shalat.” (Zadul Ma’ad, Ibnu Qoyyim al-Jauziyah, 1/283)

 

Akan tetapi beliau juga menambahkan bahwa,

 

“jika membuka mata (ketika shalat) tidak mengganggu kekhusyukan, maka ini yang lebih baik. Namun apabila membuka mata itu menjadi terganggu kekhusyukannya, disebabkan di arah kiblatnya terdapat hiasan, lukisan, atau yang lainnya yang menjadikan hati orang yang shalat menjadi tidak tenang, maka dalam hal ini memejamkan mata tidaklah makruh (yaitu boleh).

 

Dan pendapat yang menyatakan dianjurkan memejamkan mata karena banyak gangguan sekitar, ini lebih mendekati prinsip dan tujuan syar’i dari pada pendapat yang memakruhkannya.” (Zadul Ma’ad, Ibnu Qoyyim al-Jauziyah, 1/283).

 

Wallahu a’lam.

 

==================

 

Sudah Punya Software Ensiklopedi Fiqih Belum?

>>> Ensiklopedifiqih.com

 

Yuk Dukung Program Wakafnya Menjadi Sponsor dan Donatur.

>>> Ensiklopedifiqih.com/CD-Gratis

 

Join Channel Telegram:

https://t.me/majelisensiklopedifiqih