Mempelajari Fiqih, Sebuah Formalitas atau Urgensitas?

Mempelajari Fiqih, Sebuah Formalitas atau Urgensitas?

Ibnu Taimiyyah rahimahumullah di dalam kitabnya yang berjudul Al-Amru bil Ma’ruf wa Nahyu ‘Anil Munkar, pernah mencatat sebuah ungkapan dari Umar bin Abdul Aziz,

 

“Siapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ditimbulkannya akan jauh lebih besar daripada perbaikan yang dilakukan.”

 

Kalimat di atas jelas merepresentasikan betapa pentingnya penguasaan suatu ilmu sebelum kita mengamalkannya.

Bahkan imam Al-Bukhari telah merumuskan sebuah kaidah yang berbunyi, “Al-Ilmu Qabla Qaul Wal Amal”. Bahwasannya ilmu itu harus ada sebelum perkataan dan perbuatan.

Artinya sebelum kita melakukan suatu ibadah ataupun muamalah, kita harus tahu ilmunya terlebih dahulu.

 

Bagaimana Islam mengatur tentang hal tersebut.

 

Sebab ketika kita melakukan suatu amalan ibadah dengan tanpa dasar ilmu, maka bukan saja amalan tersebut tidak bermanfaat dan merugikan pelakunya,
hal tersebut juga berpotensi untuk menyesatkan orang lain.

 

Di dalam Islam kita mengenal ilmu Fiqih.

 

Fiqih yang bisa dimaknai sebagai “pemahaman yang dalam”,
adalah salah satu cabang ilmu yang mempelajari hukum-hukum suatu amalan dengan praktis.
Di dalam fiqih kita tidak hanya akan memahami mana amalan yang wajib, sunnah, mubah, makruh dan haram saja,
namun juga memungkinkan kita untuk bertindak dengan lebih tepat pada situasi dan kondisi tertentu.

 

Selain itu juga dengan memahami fiqih Islam dengan benar akan menyelamatkan kita dari sikap berlebih-lebihan (ghuluw) dan sikap memandang remeh dalam hal beribadah dan bermuamalah.

 

Ada satu cerita di jaman Rasulullah tentang dampak dari melakukan suatu amalan dengan tidak dilandasi dengan fiqih yang benar.

 

 

Ada salah seorang sahabat yang mendapat luka yang sangat parah setelah mengikuti peperangan.
Pada suatu malam ia mengalami mimpi basah.

 

 

Para sahabat lain yang kurang memahami tentang fiqih mengatakan bahwa mandi besar setelah mengalami mimpi basah hukumnya adalah wajib.

 

 

Maka sahabat yang terluka ini pun memakasakan diri untuk mandi besar (akibat mendengar fatwa yang salah).
Dan diceritakan bahwa sahabat tersebut akhirnya meninggal dunia karena mengalami hipotermia.

 

Ada satu cerita lagi.

 

 

Yaitu tentang seorang sahabat yang karena terlalu bersemangat, ia menyembelih binatang qurbannya sebelum dilakukan sholat hari raya.

 

 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian mengomentari hal ini dengan mengatakan bahwa sembelihannya itu adalah “sembelihan biasa”,
bukan sembelihan qurban.

 

Maka mempelajari dan memahami ilmu fiqih bagi seorang muslim memiliki tingkat urgensitas yang sangat tinggi.

 

 

Sebab bisa jadi kita merasa telah melakukan suatu amalan dengan benar, padahal dalam sudut pandang syariah hal tersebut salah!

 

Ada satu anekdot lucu yang cukup terkenal di kalangan para santri,
tentang empat orang yang berniat untuk melakukan sholat secara berjama’ah.

 

 

Diceritakan bahwa salah satu dari keempat orang ini – yang menjadi imam – terkentut ketika sudah memasuki rakaat terakhir.

 

 

Karena merasa nanggung, sang imam tidak membatalkan sholatnya. Toh kentutnya terjadi karena tidak sengaja, pikirnya.

 

 

Namun salah satu dari tiga orang yang menjadi makmum mengetahui bahwa seharusnya sang imam membatalkan sholatnya. Ia kemudian menegur sang imam dengan mengatakan, “kalau kentut sholatnya batal.”

 

 

Mendengar itu, teman yang berdiri di sebelahnya bertanya dengan setengah berbisik kepadanya, “kalau lagi sholat kan gak boleh ngomong?”

 

 

Orang keempat yang seharusnya selamat sholatnya justru bergumam, “untung saja saya gak ikutan ngomong.”
***

 

Anekdot tersebut hanyalah cerita rekaan saja.

 

 

Namun meski hanya sebagai bahan candaan, hal seperti itulah yang akan terjadi ketika kita melakukan sesuatu tanpa mengerti ilmunya.

 

 

Keempat orang di dalam anekdot di atas jelas merasa bahwa mereka sudah melakukan hal yang benar dengan mengingatkan temannya.

 

 

Namun orang yang paham akan melihatnya sebagai sesuatu yang konyol,
sedangkan orang yang kurang pemahamannya akan menganggap hal tersebut lumrah dan boleh untuk diikuti.

 

 

Hal inilah yang di awal tulisan ini sudah disinggung bahwa amalan tanpa ilmu akan sia-sia dan cenderung menyesatkan.

 

 

Maka adalah suatu kewajiban bagi setiap muslim untuk memahami agamanya dengan cara mempelajari ilmu fiqih ini.

 

 

Memahami ilmu fiqih bisa dilakukan dengan cara mempelajarinya di sekolah atau pesantren-pesantren fiqih,
atau duduk di majelis-majelis yang membahas tema tentang fiqih,
atau membaca literatur fiqih karya ulama-ulama terdahulu.

 

Namun masalahnya adalah,
tidak semua orang berkesempatan untuk sekolah di pondok pesantren.

 

 

Tidak semua orang juga bisa meluangkan waktunya di luar rumah untuk mengkaji ilmu-ilmu dan kaidah-kaidah fiqih.

 

 

Dan bahkan tidak banyak orang yang sabar meneliti kitab-kitab hadits untuk mencari penjelasan dari permasalahan yang sedang dihadapi.
***

 

Tapi ALHAMDULILLAH…

 

 

sekarang telah dilaunching sebuah software Ensiklopedi Fiqih yang mampu memberikan solusi untuk permasalahan di atas.

 

 

Adalah ensiklopedifiqih.com situs penyedia software Ensiklopedi Fiqih yang bisa berfungsi sebagai e-Learning bagi mereka yang susah meluangkan waktu untuk pergi ke majelis-majelis fiqih.

 

 

Pengguna hanya tinggal duduk di depan komputer atau laptop mereka untuk membaca penjelasan-penjelasan di dalamnya dengan santai.

 

Mudah dan Cukup Simpel.

 

Penjelasan-penjelasan di dalam software ensiklopedi fiqih ini didasarkan pada dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadits yang shahih,
terlebih di dalamnya juga diperkuat dengan pendapat dari 4 Imam Mazhab sehingga kita bisa mendapatkan pemahaman yang jauh lebih obyektif tanpa condong ke salah satunya.

 

 

Dan karena software ensiklopedifiqih.com ini berformat digital dan berbahasa Indonesia,
jelas akan memudahkan pengguna untuk mencari bab dan tema yang diinginkan.

 

Kami membuka Kerjasama dengan Komunitas, DKM dan Lembaga Pendidikan Islam, silahkan hubungi.

 

WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami
👋 Assalamu 'alaikum, Ada yang bisa Kami bantu?