Menjual Alkohol, Haramkah?

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwasannya Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

 

إنَّ اللهَ إذا حرَّمَ شيئاً ، حرَّمَ ثَمَنَهُ

 

“Sesungguhnya Allah ketika mengharamkan sesuatu, Dia haramkan (pula) uang hasil penjualannya.” (HR. Ibnu Syaibah)

 

Dari hadits ini bisa disimpulkan bahwa melakukan transaksi jual-beli untuk obyek yang diharamkan,

maka transaksaksi tersebut juga haram hukumnya.

 

Akan tetapi Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, An-Nawawi XI/3 menjelaskan bahwa haramnya hasil transaksi tersebut adalah jika obyek yang diperjual-belikan adalah sesuatu yang haram untuk dikonsumsi.

 

Adapun memperjual-belikan sesuatu yang haramnya bukan untuk dikonsumsi,

hukumnya diperbolehkan.

 

Salah satu kaidah ilmu fiqih berbunyi,

 

كُلُّ مَا صَحَّ نَفْعُهُ صَحَّ بَيْعُهُ إِلَّا بِدَلِيلٍ

 

“Semua benda yang manfaatnya sah (menurut syariat), sah pula memperjual-belikannya, kecuali ada dalil (yang melarangnya).”

 

Zat-zat yang berbahaya seperti racun, hasil pertambangan dan sebagainya adalah barang-barang yang haram untuk dikonsumsi.

 

Namun memperjual-belikannya diperbolehkan karena barang-barang tersebut pemanfaatannya bukan untuk dikonsumsi.

 

Lalu bagaimana dengan alkohol?

 

Alkohol berbeda dengan khamr atau minuman keras.

 

Meski setiap khamr mengandung alkohol, namun tidak setiap alkohol disebut khamr.

 

Dan karena pemanfaatannya bukan untuk dikonsumsi, maka memperjual-belikan alkohol ini dihukumi boleh.

 

Wallahu a’lam.

WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami
👋 Assalamu 'alaikum, Ada yang bisa Kami bantu?