Menyentuh Kemaluan, Wudhu Batal atau Tidak?

 

Terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama dalam hal ini.

 

Sebagian besar madzhab berpendapat bahwa menyentuh kemaluan adalah membatalkan wudhu.

 

Pendapat pertama menyatakan bahwa menyentuh kemaluan tanpa penghalang apa pun adalah membatalkan wudhu, baik disengaja atau tidak disengaja. (Ibnu Abdil Barr, al-Istidzkar, 1/250)

 

Berdasarkan hadits dari Basrah binti Shafwan, bahwa Rasulullah bersabda,

 

“Barangsiapa menyentuh kemaluannya hendaklah berwudhu.” (HR. Abu Dawud).

 

Pendapat kedua, menyentuh kemaluan tidak membatalkan wudhu.

 

Pendapat ini didasarkan pada hadits Thalq bin Ali, dia bertanya kepada Rasulullah tentang orang yang menyentuh kemaluannya, “Haruskah dia berwudhu?” Rasulullah menjawab, “Tidak, itu hanyalah sepotong daging yang ada dalam dirimu.” (HR. Abu Dawud)

 

Pendapat ketiga, jika menyentuh kemaluan disertai dengan syahwat maka ia membatalkan wudhu dan jika tidak diikuti dengan syahwat maka tidak membatalkan wudhu.

 

Pendapat ketiga ini dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dan Syaikh Al-‘Utsaimin.

 

Namun dalam Syarah Bulughul Maram beliau menambahkan, meskipun menyentuh kemaluan tanpa diiringi dengan syahwat tidak membatalkan wudhu, namun sangat dianjurkan untuk berwudhu kembali sebagai bentuk kehati-hatian. (Al-‘Utsaimin, Syarhu Bulughul Maram, 1/259)

 

Wallahu a’lam.

 

==================

 

Sudah Punya Software Ensiklopedi Fiqih Belum?

>> Ensiklopedifiqih.com

 

Yuk Dukung Program Wakafnya Menjadi Sponsor dan Donatur.

>> Ensiklopedifiqih.com/CD-Gratis

 

Join Channel Telegram:

https://t.me/majelisensiklopedifiqih

 

 

WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami
👋 Assalamu 'alaikum, Ada yang bisa Kami bantu?