Sebab Puasa Tidak Berpahala

Ibadah puasa adalah ibadah yang mendapat tempat tersendiri di sisi Allah.

 

Tidak ada ibadah yang hanya kita dan Allah saja yang tahu, kecuali ibadah puasa.

 

Namun, ibadah yang sarat dengan pesan sosial ini bisa jadi tidak bernilai apa-apa karena perbuatan yang kita lakukan.

 

Dalam sebuah hadits, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menyampaikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

 

‎مَنْ لَمْ يَدَعْ قَوْلَ الزُّوْرِ وَالعَمَلَ بِهِ فَلَيْسَ للهِ حَاجَةٌ فِي أَنْ يَدَعَ طَعَامَهُ وَشَرَابَهُ

 

“Siapa yang tidak meninggalkan kata-kata dusta malah melakukan tindakan dusta, maka Allah tidaklah peduli pada makan dan minum yang ditinggalkan.” (HR. Bukhari)

 

Ibnu Batthol mengomentari hadits ini, beliau mengatakan, “Hadits ini bukan berarti diperintahkan silakan makan dan minum, akan tetapi penekanan dan peringatan pada kata-kata dan dari tindakan dusta.”

 

Artinya bahwa ketika kita tidak bisa menjaga lisan dari kata-kata dusta,

 

maka meskipun kita ‘meninggalkan makan dan minum’ (artinya puasa), Allah tidak akan menilainya sebagai suatu amalan yang berpahala.

 

Wallahu a’lam.

 

==================

 

Sudah Punya Software Ensiklopedi Fiqih Belum?

>> Ensiklopedifiqih.com

 

Yuk Dukung Program Wakafnya Menjadi Sponsor dan Donatur.

>> Ensiklopedifiqih.com/CD-Gratis

 

Join Channel Telegram:
https://t.me/majelisensiklopedifiqih

 

 

WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami
👋 Assalamu 'alaikum, Ada yang bisa Kami bantu?