Tentang Resepsi dengan Menyewa Hotel

 

Pernikahan adalah salah satu dari banyak nikmat yang patut disyukuri di dalam kehidupan seorang Muslim.

 

Diantara cara untuk mensyukuri nikmat itu adalah dengan mengadakan pesta, resepsi atau acara makan-makan untuk mengabarkan kepada kerabat dan orang lain tentang pernikahan tersebut.

 

Dan tidak jarang bagi mereka yang memiliki kelebihan rezeki, acara-acara tersebut diadakan dengan cara menyewa gedung atau hotel.

 

Di dalam Islam, bagaimana hukum mengadakan acara-acara semacam itu di hotel atau gedung-gedung yang mewah?

 

Syaikh Ibnu Baz di dalam Fatawa Al-Mar’ah berkomentar tentang hal ini.

 

Pertama, acara-acara semacam itu banyak mengandung kesalahan dan lebih condong kepada sikap berlebih-lebihan.

 

Kedua, adanya sikap memaksakan diri di dalam penyelenggaraan acara tersebut.

 

Ketiga, selalu terjadi campur baur antara laki-laki dan perempuan sehingga ini termasuk ikhtilat yang tercela.

 

Maka nasihat beliau di dalam kitab tersebut kepada segenap kaum muslimin adalah agar tidak mengadakan pesta atau resepsi pernikahan di hotel atau gedung-gedung mewah.

 

Mengadakan acara-acara semacam itu di rumah sendiri atau rumah kerabat akan jauh lebih baik. Jika hal tersebut tidak memungkinkan, cukuplah dengan gedung yang sewanya ringan.

(Syaikh Ibnu Baz, Fatawal Mar’ah, hal. 59-60)

 

==================

 

Sudah Punya Software Ensiklopedi Fiqih Belum?

>> Ensiklopedifiqih.com

 

Yuk Dukung Program Wakafnya Menjadi Sponsor dan Donatur.

>> Ensiklopedifiqih.com/CD-Gratis

 

Join Channel Telegram:

https://t.me/majelisensiklopedifiqih

 

WeCreativez WhatsApp Support
Tim kami siap menjawab pertanyaan Anda. Tanyakan apa saja kepada kami
👋 Assalamu 'alaikum, Ada yang bisa Kami bantu?